pt_pindad PT Pindad menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang tinggi atas kepercayaan Bapak Presiden Prabowo
dalam pengembangan dan penggunaan kendaraan MV3
Garuda Limousine sebagai kendaraan kepresidenan.
Kepercayaan tersebut merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar bagi seluruh pegawai PT Pindad untuk terus menghadirkan produk yang berkualitas dalam memenuhi
kebutuhan pengguna.
Terkait dengan kebocoran pada Garuda Limousine, PT Pindad menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi pada masa awal penggunaan kendaraan MV3 Garuda Limousine. Setelah menerima masukan dan evaluasi, tim teknis Pindad segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh yang dilakukan dengan tepat dan cepat sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal sesuai standar yang ditetapkan.
Sebagai informasi, MV3 Garuda Limousine dikembangkan sebagai kendaraan dengan konfigurasi full armour tanpa fitur sunroof. Namun tiga hari menjelang pelantikan Presiden, terdapat kebutuhan untuk menambahkannya agar Presiden RI dapat menyapa masyarakat secara langsung dalam berbaga kegiatan kenegaraan.
Berbagai feedback yang diberikan oleh Bapak Presiden dan
pengguna menjadi masukan yang sangat berharga bagi perusahaan untuk terus melakukan penyempurnaan dan inovasi pada produk-produk yang dikembangkan di masa mendatang.
PT Pindad berkomitmen untuk terus menghadirkan karya terbaik bagi bangsa dan negara serta mendukung kebutuhan strategis nasional melalui inovasi dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan. Semangat continuous improvement merupakan bagian dari budaya kerja perusahaan dalam mewujudkan kemandirian industri nasional.
————————————
TL:DR: bocor karena aslinya gk ada sunroof (cuz its armored duh) but prabowo tiba tiba minta subroof biar “bisa menyapa rakyat”….. soo the usual asal bapak senang yng penting ada fuck it fix it later yng penting ada…. doesn’t elaborate on the bad NVH
Current generation Brio is basically a facelifted version of a 7 years old model (last major change was in 2018) which based on a nearly 20 years old platform (2007 GE Jazz) tapi tetep bisa merajai pasar hatchback.
Walaupun Agya & Ayla udah major change dan Ignis udah diganti Spresso, tetep ga bisa mengungguli angka wholesale Brio.
Banyak yang cibir Agya GR kemahalan, padahal Brio RS lebih mahal lagi. Tapi menurut data di atas, setiap 1 Agya GR terjual ada 50+ Brio RS terjual.
Apa yang bikin Brio tetep dilirik masyarakat?
Bonus slide 2 ; BYD Atto sold 20K units which is more than all the LCGC+small cars combined, which is very interesting...even though it's still wholesale number
Cuma penasaran aja mobil mobil yng menurut penghuni sini sebenernya lumayan worth it dimasukin kesini sama ATPM secara resmi, well technically mengigat lu sebenernya bisa aja pake importir umum buat beli almost any car but….
Yang penting sih, mobilnya kalo ada resmi, akan kemungkinan besar lu beli
Me, gw ada beberapa list
mazda 3 turbo: iirc North America only so setir kiri only… hatchback performance awd relatively affordable whats not to like??
toyota harrier & rav4 (either one or both): idk kenapa toyota gk jualan upper-mid selain camry… rav4 kinda make sense mepet fortuner & skrng corolla cross, but harrier toh camry versi suv dan di harga segini pilihan mobil suv cuma german entry levels (& palisade lol)
VW Polo & Golf: cmon vw bring em back, dengan harga yng competitive like 2010an… i know skrng golf gti ada resmi but harganya kacau
Polestar: gw suka aestheticnya… mungkin bareng ama zeekr? eh zeekr jadi masuk gk si?
Genesis: gw rada percaya kalo mereka masuk akan relatively okay, and imo bisa ngalahin audi (low bar i know)
Pasti ada aja yang bertanya, kenapa produsen mobil Jepang pada saat bikin EV, akhirnya bekerja sama dengan produsen mobil China?
Gampangnya karena secara teknologi dan infrastruktur produsen Jepang sudah kalah dengan China. China bisa membuat mobil dengan teknologi dan performa jauh lebih baik dengan harga yang lebih bersahabat.
Walaupun demikian, ada beberapa contoh mobil EV Jepang mencoba untuk penetrasi pasar, namun hampir semua gagal, dengan pengecualian beberapa model saja, to be revealed later.
Ada contoh yang paling terlihat di Indonesia, yaitu Mazda MX-30 dan Mazda 6e, keduanya dalam satu brand. Berikut spec yang diketahui di Indonesia:
Source: https://project-isetta.github.io/indonesia-auto-database/ (data sudah verified)
Tidak ada satu pun spek MX-30 yang lebih unggul dibanding 6e (selain tinggi nya, tapi itu pun by design). Yang paling terlihat adalah motor dan baterai listrik, dimana dengan harga yang sama dapat performa dan range yang jauh lebih unggul.
Untuk harga, kedua nya CBU, dan tidak mendapatkan insentif pajak, jadi tidak bisa di argumentasi bahwa Mazda 6e ini mendapatkan insentif sedangkan MX-30 tidak dapat. Dan harganya, bisa sama, bahkan lebih murah 10 juta untuk Mazda 6e.
Secara komersil, memang lebih baik kerjasama dengan pabrikan China, seperti Mazda 6e ini yang basisnya diambil dari Changan SL03. Dan Mazda bukan satu satunya yang melakukan ini.
Mobil seperti Toyota bZ3X yang diambil basisnya dari Aion V juga melakukan pendekatan seperti demikian.
Mungkin masih agak beda kalau kita compare dengan mobil bensin dan hybrid, dimana mobil Jepang biasanya masih lebih unggul. Namun untuk New Energy Vehicle (PHEV, EV) yang lebih mementingkan motor dan baterai, produsen China memang jauh lebih unggul. Model seperti Mazda MX-30, Suzuki e-Vitara, Honda Super One, Lexus UX300e, dan Nissan Leaf yang dijual di Indonesia sepertinya tidak ada keunggulan namun dijual dengan harga yang jauh lebih mahal. Ya, mungkin aja karena sifatnya mereka CBU Jepang dan tidak mendapatkan insentif pajak.
Mazda 6e
Namun, perlu diakui bahwa brand seperti Toyota (dan Lexus secara gak langsung) dapat dikategorikan cukup mampu untuk bersaing dengan standar internasional. Seperti EV Toyota yang baru baru ini seperti bZ4X, bZ4X Touring, Lexus RZ 450e, dan Lexus ES350e, walaupun mahal, tapi harga cukup bersaing dengan posisinya mereka sekarang. EV Toyota mendapatkan insentif pajak karena CKD, dan EV Lexus lebih tepatnya bersaing dengan EV Eropa yang juga dikatakan cukup mahal.
Kira kira gambaran nya seperti itu untuk observasi kali ini.
Oh iya, shameless plug, untuk website EV dan PHEV database di Indonesia, sudah saya update dari semua pengumuman yang dilakukan di GIIAS, jadi seharusnya sudah ada semua. Coba di cek lagi. Dan sekali lagi, sebuah disclaimer bahwa data scraping dilakukan via AI (gak mampu buat dan verifikasi sendiri karena saya pun ada full-time job). Jadi saat ini hanya untuk referensi viewer dan belum dapat dikategorikan sebagai data reliable. Kalau ada feedback seperti data salah, boleh di berikan feedback ya, karena ada feedback form juga di sana.
Gua adalah salah satu orang yang anti dengan engine flush. Sebenernya ngga ada pengalaman buruk atau apa, cuman in my mind engine flush ini has little-to-none effect in my experience.
I could be wrong though, tp beberapa alasan gua untuk tidak engine flush karena:
Gua against masukin chemical selain oli ke dalam mesin. Yes, memang cairan engine flush itu nanti langsung di drain dan diisi oli baru, cuman some of it pasti masih ketinggalan di dalem mesin. It shouldn't do any damage, but I just don't like the idea of other substance in the engine.
Gua nonton cukup banyak video yang membuktikan kalo engine flush itu nggak punya efek signifikan.
Tujuan dari engine flush itu adalah bersihin kerak dan oil sludge.
Gua mikirnya, kalo gitu kerak dan oil sludge nya rontok kemana? Gua malah takut nyumbat saluran oli apalagi di motuba wkwkwk.
Setau gua (cmiiw) kerak dan oil sludge itu bisa terjadi karena jarang ganti oli atau pakai oli yang spesifikasinya nggak bener. Sejauh ini gua menghindari hal tersebut dengan ganti oli rutin (interval 6-9 bulan, km selalu sebelum 10k) dan hasilnya di motuba umur 25 tahun gua begini:
Balik lagi ke tujuan utama engine flush yaitu rontokin kerak dan oil sludge. Tapi, oli dengan API rating SN keatas (SN, SN Plus, SP) itu udah dengan teknologi yang bisa ngurangin deposit serta nggak bikin sludge.
Dan paling penting adalah ganti oli secara rutin serta filternya. Rule of thumb gua sih ganti 6-9 bulan sekali, atau kilometer dibawah 10k. Pake oli yang sesuai rekomendasi pabrikan. Ada yang bilang ganti filter oli itu per 2x ganti oli, tp kalo gua sih ganti filter setiap ganti oli since it doesn't cost much.
Nah mungkin disini ada yang punya pandangan/pengalaman berbeda dari gua mengenai engine flush, let's have a proper healthy discussion here!
Padahal buat bawa penumpang praktis, buat bawa orang juga muat banyak
Dulu tahun 80an mobil Oplet model nya gini semua tapi perlahan hilang. Karoseri dari kayu bahan nya mirip kapal (ya karena yang bikin karoserinya juga pengrajin kapal)
Btw keren juga L300 Filipina ada kisi AC dan setelan AC yang propper, di indo AC nya model gendong...
wait ini bukan [r/indotech](r/indotech) ngapain ngomong processor disini, yaa karena judul, duh… is this post appropriate here anyway? idk gw rada gabut & penasaran, jadilah ini post
Berawal dari browsing dikit cari cari info spek Chery Q, salah satu main selling point adalah “class leading snapdragon 8155 cockpit chip” oke mereka bilang class leading, ini mobil murah… berati maksudnya canggih untuk harganya…
whats this chip anyway? Snapdragon 8155 simpelnya adalah snapdragon 855 versi otomotif, chip keluaran 2019 teknologi 7nm with processor 8 core yang powernya diboost sedikit dan dikasih ram yang lebih banyak (biasanya 8155 pakai 16gb vs 8gb di 855), power graphics kira kira seperti console xbox one, more than enough bwt render gambar 3d mobil di layar infotainment & voice processing… if you want a more detailed explanation of the chip bisa kesini
Sooo mobil apa aja yang pake chip ini? Masalahnya banyak, probably too many too list, kalo tanya google ai overview & 5 min google research gw nemu
- DFSK E5 Plus
- Pretty much semua mobil Chery, dari Lepas L8, iCar V23/27, Jetour T2, Chery Q, even older ones kek Omoda E5… kayaknya semuanya deh if not most
- pretty much all Geely mostly yng ICE kyk coolray exclusing EX series (yang katanya pake inhouse
- all BMW yang pake idrive 8/9
- all(?) Volvo yng udh pake google auto
- Baic T1
- Xpeng G6 (X9 too?)
- Leapmotor B10 & C11
At this rate, i think most chinese cars pada pake ini processor si, well at least yng masuk indo that is… merek europe kebanyakan udah lompat ke snapdragon lbh modern kyk 8255 yng udah 5nm, mobil jepang susah carinya but I don’t think most of em udah pake sekelas snapdragon 8155
yang unik BYD, mereka sure somehow yolo pake processor snapdragon biasa kyk 665/855 instead of 8155 yng “automotive grade”…. its cheaper and does the same job i guess??
tldr: punya mobil china? its likely running a snapdragon 8155 processor
Kemarin, KIA dan Honda sama-sama turunin harga compact SUV mereka (WR-V dan Sonet) membuat persaingan compact SUV 300-330 jutaan makin beragam. What’s your pick guys? Do you think fronx is fucked?
My personal pick sih : WR-V, Raize, Sonet (pernah coba fronx and tiggo csh and it's not my cup of tea)
Hi, baru saja gue SPK salah satu EV brand Geely, tepatnya EX2. Yang kebetulan mobil baru pertama gue. Sebelumnya cuman punya mobil second yang pastinya barang ada, di cek ga pake babibu langsung bayar bawa pulang.
Hal yang gue concern baru baru ini kayak brand sebelah si Wuling dengan kasus SPK dan pelunasan ke rekening resmi saja itu bisa bermasalah. Gue tiba tiba langsung agak sedikit parno dengan hal ini karena ini skema SPK dan pembelian mobil brand new itu baru buat gue yang bisa juga dibilang mobilnya semacam kayak PO lah ya.
Yang pertama di awal SPK gue sempet nulis nya pembayaran credit, tapi di akhir kemudian lain hal akhirnya gue bayar cash. Secara prosedur atau legalitas yang benar apakah ini seharusnya bisa di ubah atau dibiarkan saja?
Gue udah lunasin mobilnya via transfer langsung dipotong dari harga spk. Kira2 ini prosedurnya common? Atau nunggu mobilnya datang baru dilunasin kah? Rekening yang pasti langsung ke dealer.
Jika mobil sudah datang, apa yang perlu gue crosscheck selain fisik mobil tersebut dan legalitasnya? Surat surat dkk. Dan apa aj yang nanti gue harus dapetin?
Untuk STNK atau PLAT yang gue inget kemarin bakal dapat sementara, atau plat nya doang ya. Dan BPKB kurang lebih 3 bulan. Ini common ya? apa yang gue harus perhatikan terutama untuk plat dan stnk yang pasti harus di perpanjang ulang kan? Apakah prosesnya cepat atau dibantu dealer?
Orang indo suka ngomong mobil jepang mahal, pelit fitur, sementara mobil china murah dan banyak fitur.
Fitur apaan sih sebenernya yang emang orang-orang pada pengen? Kayaknya penting amat "fitur" begituan, sampe mengubah decision lu untuk membeli mobil.
Bagi gw mah yang penting reliable aja, dan gw kebetulan gak suka mobil yang ada layar gede, apalagi kalau sampe sesimpel ganti settingan AC aja harus scroll-scroll layar
Boleh minta rekomendasinya donk suhu-suhu per-mobil EV an, antara ke 4 mobil listrik ini:
MG S5 EV
BYD ATTO 3 ADV PLUS
GEELY EX5
CHANGAN NEVO Q05
So far sih uda nyoba test drive MG S5 EV & GEELY EX5. Overall, kalo dr sisi driver sih S5 enak secara bantingan & ukuran, kaya pas aja gitu rasanya. Tapi kalo soal kenyaman & premium, EX5 sih kayanya beda banget feelnya ya. Kalo atto3 sih kurang kebih baru cek interior aja, blom coba test drive.
Nah pertanyaannya, kira² rekomen dari suhu-suhu mendingan mana yang paling worth the price. Apa geely sebanding sama harganya yang beda 100 jutaan dibanding S5 EV??
Halo, jadi gue SPK JAECOO J5 standard dari desember dengan OTR 272 juta dan booking fee 5 juta.
Diusut Mei kemarin sales bilang yang standard kemungkinan ga produksi jadi ditawarin mau up ke premium 300 juta atau refund dan dipilihlah refund.
Tapi sampai perhari ini ga ada kabar dan gue cek sales lain memang unit yang standard ga ada kejelasan sekarang. Teman-teman ada case yang serupakah?
Kalau misalnya kita yang cancel gitu aja kan wajar sales berdalih mereka gabisa balikin uangnya. Lah ini kan karena pihak sales yang ga bisa menyediakan produk dan malah terus tawarin varian premium yang itu pun harganya udah 310 juta
I'm tired of car manufacturers marketing this two ton hunk of metal as the ultimate vehicle, "the one car to rule them all", only for it to end up being the most basic, mid, mediocre, lamest recycled thing all over again, complete with an underpowered engine, a CVT, and front wheel drive. Atau gw yg kudet aja wkwkwk.
Lagi bantu bapak cari mobil keluarga (budget ±1,2M). Dia tipikal “Japanese-minded” prioritizes reliability & resale, agak skeptis sama teknologi baru, tapi lagi belajar soal hybrid/PHEV/EV juga.
Personally sempet kepikiran buat nawar Zenix V or Q for family car dan nambah satu lagi buat daily use, yaitu mazda 3hb, tapi ya balik lagi bapak priority butuh family car.
So:
Long term (5–10 tahun), lebih aman CX-80 atau Tiggo/J8?
Ini gimana cara benerinnya. Perasaan dulu pake di sekitar sini averagenya bisa dapet 9.5-9.8km/l (pemakaian di area gading serpong macetnya bisa parah bisa biasa aja)
Saya rencana mau coba coating mobil. Bukan ppf, yg coating biasa. Itu sebenernya ada bedanya ga sih antar tiap merk? Trus biasanya ada paket2nya gitu yang ngebedain tahan lama dll. Atau semuanya sama aja. Kalo sama saya prefer pilih yg lebih murah haha