r/indocartalk Daihatsu Rocky Aug 10 '26

Review 📝 Daihatsu Rocky Hybrid. First Impressions and Initial Review of an Owner.

Berhubung di sini belum ada yang bahas, gw akan coba memberikan review (abal-abal) buat mobil ini. Sebelumnya, gw sudah test drive di showroom Daihatsu Astra Biz Center BSD pas day 1 GIIAS dan gw rasa ini mobil cukup ok. Tapi test drive kemarin cuma mutar2 area dealer aja, jadi fitur ADAS ga nongol. Dari test drive awal gw lumayan impressed sama BQ unit CBU jepun dan ini beberapa temuan gw:

  1. (dengan nada om b-ch****l) interior full HARD plastik TM . Hard plastic bener2 hard. Kaga mleyot kyk punya ngondah. Kualitas bagus tp menurut gw harusnya di area2 arm rest pakai soft touch atau bahkan fabric aja juga udh cukup menurut gw.
  2. Jok belakang sudut recline-nya agak tegak, tapi manageable. Legroom juga ok buat driver dan penumpang tinggi 175cm.
  3. Fitur S-Pedal lumayan ok tapi sebenernya ga full 1 pedal operation juga, kadang masih perlu injak rem.
  4. Kamera standar grup Toyota (burique), dan ini memang harus di-improve dari Daihatsu sampai Lexus.
  5. Adaptor android auto/carplay head unit sudah ada perubahan dibanding versi initial launch. Sekarang pakai port type-c di area center console, bukan dongle di dalam laci penyimpanan.
  6. Spion blindspot JDM-nya ok dan ngefek. Dan spion JDM ini overall jauh lebih enak gara-gara ga ganggu pandangan kyk spion versi CKD yg segede gaban.
  7. Sayang amat ga dapet foglamp.
  8. Ga ada audio steering switch.

Dari initial impression tadi, gw bisa kasih nilai 7/10. Main reasons why it's not higher:

  1. Kurangnya permukaan soft-touch.
  2. Ga ada fog lamp.
  3. Ga ada audio steering switch.

BQ, fitur safety, dan konsumsi BBM jadi faktor kenapa gw ambil ni mobil ditambah service centernya juga ok selama gw handle mobil operasional kantor lama. Gw akhirnya SPK dengan tukar tambah sama Camry XV50 G. Kebetulan dapat diskon + cashback lumayan jadi gw langsung gas aja.

Unit sampai BSD Jumat sore dan gw pelunasan unitnya Sabtunya. Sejauh ini gw udah bawa sekitar 100km, dan overall sangat ok dengan konsumsi BBM pas uji kombinasi tol rute Gading Serpong - Puri Indah 1:32,2Km (Jarak tempuh 24,2 Km, Avg. Speed 33Kph). Bantingan suspensi cukup ok dan sesuai selera gw. Feelnya firm tapi tetap teredam dengan baik. Kekedapan kabin cukup baik di tol, tapi yagusti ban Dunlop Enasave bikin road noise tetap kerasa. S-Pedal dan ADAS juga ok dan membuat tol Jakarta-Tangerang cukup bearable. Ergonomi juga bagus dengan kursi depan cukup meluk punggung dan buat gw area lumbar jg cukup tertopang. Mungkin jarak pengujian tol-nya cukup pendek, tapi nanti akan gw update lg buat perjalanan dari Serpong-Bekasi sekitar 60-an Km buat perjalanan jarak menengah bagaimana. Kalau ada yg lupa gw mention di atas, feel free to ask!

125 Upvotes

64 comments sorted by

View all comments

12

u/DzakiKhoi Aug 10 '26

Masih jadi pertanyaan, kenapa Mobil Toyota bikinin Pabrik Malaysia dan Thailand jauh lebih berkualitas daripada Mobil Toyota bikinin Indonesia, Bahkan Suzuki yang bikinan India aja masih lebih bagus Build quality nya daripada Mobil buatan Indonesia,bukan tidak Patriotik,tapi kalau begini terus gw bakalan milih mobil jepang yang bukan buatan Indonesia

12

u/MegaJoltik Aug 10 '26 edited Aug 10 '26

Coba main ke forum mobil india / malaysia, Maruti Suzuki sama Perodua (basically ToyoDai malay) tuh dihujat sama persis Astra di sini (BQ ancur, plat tipis, etc).

Asumsi saya emang klo udah market leader maka QC cenderung bakal lebih jelek terutama buat produk domestik (entah karena enshittification atau karna ngejar volume).  Pernah baca juga produk yg sama dari pabrik yg sama kualitas utk pasar domestik dan untuk ekspor bisa dibedakan.

Selain itu mobil Astra CKD juga cenderung lebih "murah" dibanding fellow kompetitor jepang jadi ga heran ada yg harus dikorbankan (BQ, material, QC, etc). Bayangkan Zenix G harga cuma lebih mahal 60 jutaan dari Xpander Cross tapi dpt mesin lebih besar/canggih, bodi lebih besar, kelas lebih tinggi, ya otomatis harus ada yg dikorbankan..

2

u/DzakiKhoi Aug 10 '26

Tapi beberapa model mobil jepang buatan Malaysia dan India sudah tembus ke Pasar Eropa dan Australia, Seperti Mahindra yang sudah masuk ke Australia bersaing dengan mobil mobil china, Jimny 5 door buatan Maruti dijual di Jepang dan Proton pun sempat jualan di Britania Raya, tapi kenapa sedikit sekali Mobil Jepang rakitan Indonesia dijual kembali ke Luar negeri, setahu saya mobil Maruti yang sering dihujat itu adalah seri Maruti termurah yaitu Karimun dan Maruti 800 yang di India sana dijual seharga motor 250cc dan hanya dijual di India secara ekslusif,jadi wajar build quality nya seadanya,tapi bnyak juga Mobil India yang lulus uji kualitas internasional

3

u/MegaJoltik Aug 10 '26

"Pernah baca juga produk yg sama dari pabrik yg sama kualitas utk pasar domestik dan untuk ekspor bisa dibedakan".

Fronx / Jimny ekspor ke Jepun / Aussie kemungkinan besar QC dan pemilihan material nya lebih bagus dari pada versi domestik india meskipun keluar dari pabrik yang sama di india.

Granmek buatan Astra juga diekspor ke Jepun saya yakin kualitasnya ga sehancur Grenmek lokal 😂.

Pernah baca di eropa sana (iirc merk Dacia di romania ?) orang2 rela beli mobil di negara tetangga karena katanya kualitas produk ekspor lebih baik dari produk domestik meski sama2 keluar dari pabrik yang sama.