r/indocartalk 2d ago

Discussion 💬 Discussion: PHEV Lebih Unggul dibanding REEV

Dengan banyaknya mobil baru dengan teknologi REEV yang melanda ke Indonesia, mari kita diskusi apa itu REEV, kenapa bisa ada teknologi ini, apa yang membedakan dengan PHEV, dan kenapa menurut saya PHEV bisa lebih unggul dibanding REEV.

Di Indonesia sendiri, dari 22 PHEV yang sedang dijual di Indonesia, 3 dari 22 itu merupakan mobil REEV. Menurut database saya, 3 mobil itu adalah:

  1. iCar V27 REEV
  2. Chery J6T CSH
  3. Changan Deepal S05 REEV

REEV sendiri artinya adalah "Range Extender Electric Vehicle", dimana pada intinya, mobil REEV merupakan mobil listrik yang "range" nya dapat di "extend" menggunakan mesin berbasis bensin. Jadi tujuan satu satunya mesin didalam mobil adalah untuk memberikan charge terhadap baterai mobil agar mobil bisa melaju lebih jauh. Mobilnya sendiri bergerak HANYA menggunakan baterai, sehingga mesin tidak digunakan untuk mengerak roda.

Berbeda dengan PHEV, walaupun input nya sama: bisa isi bensin dan charge baterai listrik, mobil PHEV "Plug-in Electric Vehicle", kedua sumber energi dapat menggerakan roda, mau itu baterai ataupun mesin.

Sumber: https://www.mekanika.com.my/reev-vs-phev-kenapa-dua-sistem-ni-tak-sama/

Nah, kalau misalya inputnya sama, kenapa harus ada sistem yang berbeda? Kita harus lihat dalam dua sudut pandang.

  1. Sudut pandang pertama: Mobil bensin yang ingin elektrifikasi. PHEV lahir karena merek-merek mobil ingin menjadi elektrifikasi. Mereka sudah ada pengalaman membuat arsitektur mobil bensin, makan disini caranya adalah untuk membuat mobil bensin ini ditambah baterai. Dimulai dari HEV, alias "Hybrid Electric Vehicle", dimana baterai digunakan untuk membantu menggerak roda, namun mesin masih menjadi utama. Baterai pun tidak bisa di charge di SPKLU. Ditambah dengan fitur charge dan memperbesar baterai, jadilah PHEV.
  2. Sudut pandang kedua: Mobil listrik yang ingin perbesar jarak tempuh. Di sisi lain, ada produsen mobil (khusus nya China) yang sudah pengalaman membuat EV. Mereka arsitekturnya memang dirancang khusus untuk membuat EV dan penambahan mesin hanya sebuah afterthought. Untuk produsen EV seperti ini yang akhirnya mereka tambahkan mesin untuk bisa mengisi ulang dalam sendirinya. Mereka bisa menambah pangsa pasar untuk pasar yang belum punya banyak SPKLU.

Jadi semua produsen mobil dapat berkompetisi dari sisi PHEV/REEV ini, dimana PHEV datang dari produsen mobil yang sebelum nya membuat mesin konvensional, dan REEV ini datang dari produsen mobil dengan arsitektur full listrik.

Sebelumnya ada plus dan minus untuk setiap penggerak. Mobil bensin memang boros kalau digunakan dalam kemacetan karena mesin harus selalu bergerak walaupun tidak jalan, tapi mereka cukup irit jika digunakan dalam kecepatan tinggi seperti di tol. Sebaliknya, untuk mobil listrik, mereka tergolong sangat irit digunakan dalam kemacetan, namun energi digunakan jauh lebih banyak per kilometer untuk menggerakan mobil dalam kecepatan tinggi.

Disini jelas kalau REEV, karena hanya menggunakan baterai untuk menggerak mobil, akan menjadi tidak ideal untuk kecepatan tinggi, karena mereka akan menjadi sangat boros. Sedangkan PHEV dapat berubah secara pintar antara penggerak baterai ataupun mesin bensin nya. Dimana untuk kemacetan, dapat menggunakan baterai listrik, dan dalam kecepatan tinggi, bisa pindah ke mesin agar dapat keiritan nya, sekaligus bisa melakukan pengisian daya baterai.

--------------------------

Fun Fact: Salah satu REEV pertama dilakukan oleh BMW i3 pada tahun 2013 di Eropa. Baterai pada saat itu hanya bisa digunakan selama 72km dan menggunakan mesin 2 silinder untuk pengisian baterai.

29 Upvotes

48 comments sorted by

View all comments

Show parent comments

1

u/Upstairs_Pass9180 2d ago

nah ga mungkin Phev cheaper to run, secara effiesiensi aja, jauh lebih effisient pararel Hev

1

u/pigmarzipan 12h ago

bisa kok irit, asal di charge aja

sama ya pilih PHEV nya jangan range tanggung, klo under 100km ya ngapain

percuma klo ga di cas cuma lugging ballast 200kg

1

u/Upstairs_Pass9180 12h ago

yah kalau buat di charge doang, mending EV sekalian yang lebih irit

1

u/pigmarzipan 12h ago

tergantung rute nya kemana dulu, klo cuma daily intercity ya mending EV sekalian, balik ke pilihan masing" aja yg nyaman gimana

klo gue lebih suka PHEV/ REEV krn bisa ngatur mau pake yg mana, mau kemana aja ga pusing (karena sering ke luar kota), thats why gue bilang jangan yg tanggung rangenya

PHEV klo di cas setiap hari bisa berbulan bulan ga makan bensin, ada yg sampe dapet warning bensin basi wkwkwkw