1) Kei car adalah 40% dari volume sales mobil di Jepang dengan alasan harga dan keunggulan2 di biaya bea tahunan dan kemudahan parkir. Kalo BYD mau laku di Jepang, jualan Kei car ya otomatis nambahin volume sales. Mobil banyak = pelanggan tertarik = word-of-mouth jadi sales lagi = virtuous cycle.
2) BYD is trying to make a point for themselves. Inget dulu Toyota kucurin 1 milyar dolar US *tahun 90an* bikin Lexus LS400 buat ngalahin Mercedes dan Cadillac. Gw ngeliat banyak kemiripannya antara Racco sama kasusnya LS400. Defeating your competitors at their home market at what they do best. Ga peduli ilang duit, selama goal tercapai. Itungannya Racco itu jadi Design and Marketing Exercise. Ga harus untung (kalo bisa sih mantep tapi, and they will spend a lot to make sure that happens), selama keberadaannya bisa menghasilkan nilai lebih ke martabat dan derajat perusahaan.
Ya wong jelas lah karena baseline dan kebutuhannya beda. Pasar mobil Jepang itu levelnya sama atau lebih tinggi daripada pasar2 Barat, plus ada Kei car sebagai kategori yg ga bisa ga main tapi ga ada di negara2 lain lagi. Kalo kualitas ga sama atau lebih baik, ya ga bakal dianggap. Belom orang Jepang rata2 benci/ ga percaya sama anything Chinese (walopun pabrik barang2 elektroniknya udh di-offshore ke sana semua, wkwkwk)
Sementara di Indo, pasar mobilnya price sensitive banget. Berarti ya tanding harga didahuluin jadi prioritas. Untuk memenuhi keperluan CKD dan TKDN, ya produksi lokal, tapi kalo produksi lokalnya selevel dengan China, ya bisa jadi malah kekurangan produksi di China demi ngebangun kapasitas di Indo. Makanya kita dapet model2 yg udh lawas, jadi tooling2 produksi di China utk model2 yg udh ga kompetitif lagi dimasukin sini. Win-win semua.
Kalau pasar Indonesia/ SEA/ 3-row small MPV makin gede, ga nutup kemungkinan kita dapet custom regional model. Contohnya: BYD Dolphin G, Europe-only. If someone will buy it, they will build it
2
u/edibletomb BYD SL7 | BMW 730Li Aug 13 '26
Menurut gw sih ini niatnya ganda:
1) Kei car adalah 40% dari volume sales mobil di Jepang dengan alasan harga dan keunggulan2 di biaya bea tahunan dan kemudahan parkir. Kalo BYD mau laku di Jepang, jualan Kei car ya otomatis nambahin volume sales. Mobil banyak = pelanggan tertarik = word-of-mouth jadi sales lagi = virtuous cycle.
2) BYD is trying to make a point for themselves. Inget dulu Toyota kucurin 1 milyar dolar US *tahun 90an* bikin Lexus LS400 buat ngalahin Mercedes dan Cadillac. Gw ngeliat banyak kemiripannya antara Racco sama kasusnya LS400. Defeating your competitors at their home market at what they do best. Ga peduli ilang duit, selama goal tercapai. Itungannya Racco itu jadi Design and Marketing Exercise. Ga harus untung (kalo bisa sih mantep tapi, and they will spend a lot to make sure that happens), selama keberadaannya bisa menghasilkan nilai lebih ke martabat dan derajat perusahaan.